Kepanjen Terancam Lumpuh

KEPANJEN – Sidang putusan H Ali Khosin, yang menjadi terdakwa dalam dugaan pemalsuan merek di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, pagi ini akan diwarnai aksi demo besar-besaran.
Sekitar 4.000 buruh PR Jaya Makmur (Gudang Baru), akan melakukan unjuk rasa menuntut Ketua Majelis Hakim mumutus bebas Direktur PR Jaya Makmur tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Agus Hariadi, koordinator demo para buruh kepada Malang Post, petang kemarin. Agus mengatakan bahwa aksi demo ini dilakukan untuk memberi dukungan sekaligus membuka mata hati Ketua Majelis Hakim supaya melek bahwa ketergantungan hidup para buruh ada pada PR Jaya Makmur. Jika PR Jaya Makmur harus ditutup, maka akan banyak pengangguran. Bahkan, akan muncul pelaku kejahatan baru.
‘’Pokoknya tuntutan kami (para buruh) hanya satu kata yaitu bebas. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, tidak tahu apa yang akan dilakukan para buruh besok (hari ini, red),’’ ungkap Agus Hariadi.
Aksi sendiri, kata dia, akan diawali dengan berkumpul di halaman PR Jaya Makmur di Jalan Probolinggi, Kelurahan Penarukan Kepanjen sekitar pukul 07.00. Selanjutnya setelah berkumpul, sekitar pukul 08.00 buruh akan berangkat dengan jalan kaki menuju PN Kepanjen, di Jalan Panji, Kepanjen.
Sepanjang perjalanan, selain menyuarakan orasi serta membawa beberapa poster.  Termasuk dukungan tanda tangan darah di atas kain putih sepanjang 30 meter.
Otomatis, dengan banyaknya buruh itu, maka kemungkinan akan terjadi kemacetan panjang disepanjang jalan yang menuju PN Kepanjen. Bahkan, kemungkinan aparat kepolisian dari Polres Malang akan terpaksa menutup arus yang menuju PN Kepanjen.
‘’Besok (hari ini, red) semua buruh akan kami liburkan. Pabrik akan tutup. Semuanya akan ikut melakukan unjuk rasa untuk memberikan dukungan kepada Pak Ali Khosin,’’ ujar Agus.
Disisi lain, beberapa buruh mengatakan akan membela H Ali Khosin sampai titik darah penghabisan. Bahkan, mereka rela menggantikan posisi Ali Khosin jika memang nantinya dipenjara.
‘’Kalau Pak Ali Khosin dipenjara, kami semua juga harus dipenjara. Kalau memang bisa, biarkan kami saja yang menggantikannya,’’ kata Farida, yang dibenarkan buruh lainnya.
Terpisah, Ketua Formasi (Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia) Drs Heri S Soewandi, SH, MH MM dikonfirmasi, mengatakan kalau Formasi memberi support para buruh yang akan melakukan unjuk rasa. Terkait agenda sidang putusan sendiri, Heri mengatakan kalau sebelum memberi putusan Hakim sudah menemukan hukum.
Pertama putusan yang akan dijatuhkan harus ada kepastian hukumnya. Kedua harus melihat asas manfaatnya. Dan ketika harus ada rasa keadilan.
‘’Kalau ketiganya itu sudah dipenuhi, kemungkinan hakim akan memberi keputusan yang diharapkan buruh. Sebab prosedur yang dilakukan H Ali Khosin sudah benar dan legal karena sudah sesuai aturan,’’ jelas Heri S Soewandi.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Malang, Kompol Imam Rofik, ketika dikonfirmasi kalau pengamanan aksi unjuk rasa itu sudah disiapkan. Ada sekitar 600 personil dari jajaran Polres Malang yang akan disiagakan untuk pengamanan unjuk rasa tersebut.
‘’Personil akan kami siapkan sejak pagi. Jika memang nanti massanya besar dan jalan raya menuju PN harus ditutup, maka akan langsung kami lakukan penutupan,’’ tegas Imam Rofik.

LATIHAN DEMO
Jika di wilayah Polres Malang hari ini, bakal siap-siap mengamankan demo, di wilayah hukum Polres Malang Kota, kemarin menggelar simulasi penanganan demo.
Wakapolres Malang Kota Kompol Irfan Susanto menjelaskan, simulasi pengamanan ini dimulai dari datangnya peserta aksi, hingga sampai kembali ke tempat masing-masing.
Simulasi juga lengkap dengan tempat unjuk rasa, peserta dan aparat keamanan. Termasuk tahapan-tahapan mengamanan. Dari peserta unjuk rasa diterima Polwan, kemudian pindah ditangani tim Dalmas inti, yang maju membawa tongkat dan tameng. Sampai jika kemungkinan aksi makin memburuh dan harus diterjunkan anggota TRC yang siaga pun berangkat menuju lokasi, dan mengamankan satu persatu pelaku.
’’Aksi ini merupakan simulasi untuk mereview kembali gerapakan atau tahapan-tahapan pengamanan yang benar,’’ kata Wakapolres Malang Kota Kompol Irfan Susanto yang kemarin memimpin langsung rangkaian simulasi.
Selain untuk mereview kembali gerakan, simulasi ini juga dipersiapkan dalam aksi besar-besaran yang terjadi saat kenaikan BBM, atau kebijakan pemerintah yang tidak disetujui masyarakat. Sehingga saat demo itu terjadi, anggota POlres Malang Kota pun sangat siap.
‘’Tapi yang membuat kami kecewa adalah adanya air cabe yang dilemparkan, padahal intruksinya tadi hanya air biasa. Ini yang tidak sportif,’’ kata Kapolsekta Klojen Kompol Kartono, yang kemarin juga di dapuk sebagai komandan kompi pengamanan. (agp/ira/avi)

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.