Jatim Park Group Stop Investasi



BATU – Manajemen Jatim Park Group, memutuskan menghentikan investasi di Kota Batu dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Praktis, Eco Green Park menjadi investasi terakhir  perusahaan milik Paul Sastro ini. Apakah keputusan tersebut imbas memanasnya proses Pilkada kota ini ? Titik S Ariyanto Manajer Marketing Jatim Park Group menampik sinyalemen itu. Sebaliknya disebabkan infrastruktur jalan di kota ini yang sangat tidak memadai.
Sebagai gantinya,  pihak manajemen beralih  mereka fokus pada penanganan investasi wisata yang sudah terbangun selama ini.
‘’ Kami baru melakukan evaluasi mengenai perkembangan pariwisata di Kota Batu, utamanya Jatim Park Group. Hasil evaluasi itu, Jatim Park Group tidak akan melakukan investasi lagi dalam tiga tahun terakhir ini. Jadi Eco Green Park merupakan  investasi pariwisata terakhir Jatim Park Group di Kota Batu,’’ tegas Titik S Ariyanto.
Berdasarkan evaluasi, kata dia, pihaknya mengaku kerap mendapat complain  dari masyarakat dan wisatawan. Masalahnya, mereka sering kesulitan masuk pada objek karena jalanan pasti macet, sehingga mendatangkan rasa tidak nyaman dan kecewa.
Ketika mereka sulit masuk ke dalam objek, tentu kondisi tersebut menjadi promosi sia-sia. Padahal manajemen Jatim Park Group, sudah mengeluarkan biaya mahal untuk promosi sehingga jutaaan wisatawan berdatangan ke kota ini, utamanya Jatim Park Group.
Apakah nantinya Jatim Park Group bisa mengembangkan investasi wisata lagi ? Manajemen masih perlu evaluasi lagi, setelah ada perkembangan. Investasi bisa saja dilakukan lagi, jika iklim investasi maupun infrastruktur sangat mendukung.
Sebenarnya, Jatim Park Group sudah punya rencana untuk membangun beberapa objek wisata baru di Kota Batu. Antara lain Dino Park, Botanical Garden maupun Asean Culturel Park, yang kesemuanya sudah mendapat persetujuan Kementerian Pariwisata. Namun rencana tersebut diurungkan dulu, sambil menunggu perkembangan.
Ketika Jatim Park Group menghentikan investasi di kota ini, mereka siap mengembangkan investasi wisata di kota-kota lain. Kota-kota yang digarap antara lain Jogjakarta, Bandung, Tangerang sampai Bali. ‘’Kota-kota tersebut meminta kami investasi di sana. Malahan Bali sangat menggebu-gebu kami menanamkan investasi di sana. Kami melihat pasar di Bali sangat besar, karena pariwisata di sana sudah sangat maju dengan wisatawan domestik serca manca negara. Rencana pembangunan di Bali, itu sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun karena kami masih memperhatikan Kota Batu, ya tetap fokus di kota ini dulu,’’ tegasnya. (feb/lyo) #SUMBER MALANG POST

Arema Netnab

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.